Jumat, 30 Desember 2011

Kalimat Interjeksi dalam Bahasa Aceh


Kalimat Interjeksi dalam Bahasa Aceh

1.      Pengertian
Kalimat interjeksi adalah kalimat yang mengungkapkan ungkapan emosional, baik untuk menyatakan kekaguman maupun menyatakan  kemarahan. Ungkapan-ungkapan emosional tersebut terdapat dalam semua bahasa, salah satu bahasa yang menjadi fokus pembicaraan pada tulisan ini adalah bahasa Aceh. Dalam bahasa Aceh, ternyata terdapat ungkapan emosional baik untuk mengungkapkan rasa kesal, marah atau benci, maupun rasa senang atau takjub. Nuansa makna yang terdapat dalam ungkapan emosional ini sangat tinggi. Sehingga, ia tak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Bila ungkapan emosional tersebut diterjemahkan, hasil terjemahannya memiliki nuansa makna yang berbeda dengan bahasa yang yang sebelumnya.
      Kalimat interjeksi dalam bahasa Aceh antara satu daerah dan daerah lain memiliki perbedaan. Berikut contoh kalimat interjeksi dalam bahasa Aceh yang diklasifikasikan berdasarkan beberapa daerah yang ada di Aceh,

Informan dari Nagan Raya
Informan dari Aceh Barat
Informan dari Aceh Selatan
Informan dari Sigli
Informan dari Aceh Besar
-  bret mak kah
-  kajak pap leumo
-  kajak u bui jak
-  kajak u bui lôp keudéh
-  aneuk hana diaja
-  pap ma kah
-  waba kareuh
-  aneuk glanteu tak
-  geureuda sampoh
-  pantèk ma
-  bret ma
-  ék leumo
-  bui/asai+kata ganti orang
-  ék kilang
-  ék glang
-  ulèe bak teu’öt
-  lagèe ulèe kamèng teutôt
-  jampôk
-  bui sugôt
-  lage pa’è
-  aneuk umpeun rimung
-  aneuk geulanteu tak
-  rimung sampôh
-  waba puta
-  umpeun ta’eun
-  aneuk ram jadah

-  breut ma
-  aneuk bajeung
-  aneuk arakatèe
-  pukoe leumo
-  jak pap ma
-  lam boh ku
-  pukèe ma
-  jak lét asèe
-  jak lét ma keudéh
-  lam makeuh
-  ‘ok lumo
-  Bak budôk kah…?
-  Pap ma/ pap mèe
-  ‘ok ma/’ok mèe
-  Asèe
-  Lubô kah
-  Geuntöt kah
-  Lagèe bui
-  Lagèe apam
-  Lagèe boh yè
-  Hana meupue cap

2.      Contoh
·        Ungkapan marah
Bit-bit nyo kah, lagèe kamèng teutöt.
Ka jak u bui jak keudéh.
Kajak lét asèe keudéh.
Kajak pap leumo.
Lagèe ulèe kamèng teutöt.
Jak u bui jak.
Jak pap leumo.
Jak pap ma keudeh !
E, pu teunget…?
Hai, bek kadeungo haba sinyan, jih bui sugôt.


·        Ungkapan senang.
Ȏ ma kah, ho kajak barokön hana deuh-deuh !
Bak budiek kèe! (ketakjuban)
Ai, ceudah that lagoe !

Sumber: file:///C:/Users/Toshiba/Documents/Ungkapan-ungkapan%20Emosional%20dalam%20Bahasa%20Aceh%20%C2%AB%20gemasastrin. html

Kamis, 17 November 2011

puisi


Terimakasihku
 
 oleh: Nurul Hayati

Ku duduk sendiri
Dalam termangu
Di sudut ruang, termenung
Entah berapa banyak
Jasa ayahanda dan ibunda
Tak terhitung lebih apapun
Untuk kami, anak mereka
Tak sanggup ku pikirkan
ucap terimakasih saja
Tak kunjung sampai di gendang telinga mereka

Melalui tulisan ini, buah karya pertamaku
Walau tak sempurna
Ingin ku kirim ucap itu
Kepada ayahanda dan ibundaku
Hanya untuk mereka berdua

Semua rela mereka lakukan
Demi masa cerah kami
Terimakasih, ucapku
Untuk semua yang telah kalian berikan

Ku duduk sendiri
Di tempat berbeda
Termenung dan menangis
Ayah, ibu…
Aku benar-benar salut dengan kalian
Kalian orang terhebat di dunia
Bukan dari jabatan atau uang
Tapi jasa dan pengorbananmu
Sekali lagi
Terimakasih kuucapkan hanya untuk kalian
Kalian adalah segala-galanya
Maafkan kami
Atas keegoisan dan kemarahan kami
Tapi tetap kalian rangkul, peduli dan kalian nasehati

Nurul hayati adalah mahasiswi FKIP Unsyiah, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kamis, 27 Oktober 2011

Nilailah Sesukamu

Nilailah Sesukamu

oleh: Nurul Hayati

Terserah padamu
Menilai aku seperti apa
Aku adalah aku
Kamu adalah kamu
Tanpamu dunia tetap berputar
Menuruti sumpahnya

Terserah padamu
Berpikir siapa aku

Mengapa aku bagai alang-alang ditiup angin

Tak tau arah kehidupan


Semua terserah padamu
Di dunia ini,
Aku hidup ditangannya
Tak ingin melontar janji-janji palsu

Dunia ini, hanya naungan sementara
Semua telah terukir
Akhir nasib, tiada yang tahu
Nerakanya…
atau syurganya…

                                Nurul Hayati adalah mahasiswi UNSYIAH,
                                fakultas KIP, jurusan Pendidikan Bahasa dan 
                                Sastra Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2011

Pertanda

Entah berantah
Dimana dikau diletakkan
Dimana dikau berada
Walau begitu menjengkelkan
Dikau begitu sempurna


Tak bisa dibayangkan
Tanpa dikau
Tatusan nyawa melayang
Tanpa dikau
Ratusan merintih luka


Dikau memberi isyarat
Isyarat pertanda
Agar kami selamat
Dari panggilan maut yang tak tentu


Oleh: Nurul Hayati